Friday 30 January 2026 - 01:06
Majelis Ulama Najaf Tegaskan Dukungan pada Ayatullah Khamenei: Republik Islam adalah ‘Benteng Terakhir’

Hawzah/ Menanggapi berbagai upaya dan konspirasi musuh, Majelis Ulama Najaf Asyraf mengeluarkan sebuah pernyataan. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebut Republik Islam sebagai ‘benteng terakhir’, menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ayatullah Khamenei, dan menggambarkan beliau sebagai ‘Husain di masa kini’.

Berita Hawzah – Di tengah puncak pertarungan antara kebenaran dan kebatilan—ketika para musuh Republik Islam Iran dengan berbagai tipu daya berupaya menghadapi negara ini, “Majelis Ulama Najaf Asyraf” mengeluarkan sebuah pernyataan yang menegaskan pembaruan komitmen mereka terhadap sistem suci ini di bawah kepemimpinan bijaksana Ayatullah al-Uzma Ali Khamenei.

Terjemahan teks pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

“Dan sungguh telah Kami tetapkan dalam Zabur, setelah (tertulis dalam) Adz-Dzikr, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Al-Anbiya: 105)

Pada momen-momen bersejarah ini, ketika pertempuran antara front kebenaran dan front kesombongan global semakin memanas, dan musuh menempatkan kita di antara dua pilihan—“perlawanan atau kehinaan”—maka “Majelis Ulama Najaf Asyraf”, dengan slogan “Hayhat minna adz-dzillah” (mustahil bagi kami menerima kehinaan), menyatakan pembaruan janji setia mereka kepada “benteng terakhir” dan sumber kemuliaan serta martabat, yaitu Republik Islam Iran; sebuah pemerintahan yang berlandaskan “pemerintahan faqih” dan dijalankan di bawah kepemimpinan bijaksana Ayatullah Khamenei (semoga jiwa kami menjadi tebusan bagi beliau).

Kami di majelis ini memandang solidaritas kami dengan “pemerintahan faqih” bukan sebagai sikap politik sesaat, melainkan sebagai sebuah kewajiban syar’i yang lahir dari iman. Sebab pemerintahan ini adalah tempat berlindung bagi Syiah dan kaum Muslimin. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat mulia: “Qom adalah sarang keluarga Muhammad dan tempat perlindungan bagi para pengikut kami.” [Demikian pula disebutkan bahwa kota ini] akan menjadi landasan bagi gerakan kebangkitan penuh berkah milik junjungan kami, Sahibuz Zaman (semoga Allah mempercepat kemunculannya).

Sejalan dengan itu, kami menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Republik Islam—baik melalui perang lunak maupun tekanan ekonomi—bermakna menargetkan tiang utama tenda dan membahayakan seluruh kaum merdeka di dunia. Kami memandang keberlangsungan hidup, identitas, dan martabat kami bergantung pada keberlangsungan negara ini. Karena itu, seluruh kemampuan materi dan spiritual kami akan kami kerahkan di bawah panji pemimpinnya, yang tidak lain adalah “Husain di masa kini”, demi membela beliau.

Kami juga menyampaikan ucapan selamat kepada bangsa Iran dan para komandannya atas keteguhan legendaris mereka; keteguhan yang dari hari ke hari membuktikan bahwa “pertolongan Ilahi” mengatur medan pertempuran dan menunjukkan bahwa kehendak kaum tertindas pada akhirnya akan menang. Karena itu, kami menyeru masyarakat kami agar tetap waspada dan berhati-hati, menjauhi “racun media” yang bertujuan memutus hubungan dengan pusat kepemimpinan, serta menegaskan bahwa hakikat bashirah (kejernihan pandangan) adalah jangan sampai kita menjadi anak panah di busur para musuh Allah yang diarahkan ke nadi rahbar.

Iran akan tetap berjaya, dan wali faqih akan terus menjadi cahaya penuntun yang membimbing kita di tengah kegelapan fitnah. Tekanan apa pun tidak akan menghasilkan apa pun bagi kami selain semakin kokohnya keterikatan pada “tali Allah yang kuat”.

“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman.”

Majelis Ulama Najaf Asyraf

10 Januari 2024 M – 20 Rajab 1447 H

20 Dey 1404 Syamsiah.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha